Persib Kalahkan Persija

Pesepak bola Persib Bandung Jonatan Bauman (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persija Jakarta Jameirson Xavier (kanan) pada pertandingan lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/9/2018). Persib Bandung berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor akhir 3-2. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/ama.

Pembukaan Asian Para Games 2018 akan meriah seperti Asian Games

Jakarta (ANTARA News) – Komite Paralimpiade Asia (APC) menyatakan upacara pembukaan Asian Para Games 2018 yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada 6 Oktober akan meriah sebagaimana pembukaan Asian Games.

“Saya percaya semua orang akan menikmatinya seperti upacara pembukaan Asian Games meskipun ada perbedaan rasa,” kata Sekretaris Jenderal APC Tarek Souei di sela-sela menghadiri Parade Momo di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Minggu.

Namun, Tarek menyebut pertunjukan utama sebagai daya tarik upacara pembukaan Asian Para Games masih menjadi rahasia panitia dan belum dapat diungkapkan ke masyarakat.

Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) menjual tiket upacara pembukaan APG 2018 dalam empat kategori harga yaitu Rp500 ribu, Rp750 ribu, Rp1,5 juta, dan Rp2,5 juta dengan pembatasan kuota empat tiket untuk satu identitas pembeli.

APC, lanjut Tarek, menilai persiapan Indonesia dalam penyelenggaraan Asian Para Games sudah lebih bagus meskipun jelang dua pekan upacara pembukaan.

“Akomodasi sudah siap lebih awal. Aksesibilitas di wisma atlet juga teratasi. Ini adalah pertama kalinya wisma para games punya 1000 lift untuk pengguna kursi roda yang dapat dipakai dalam waktu bersamaan,” ujar pria asal Uni Emirat Arab itu.

Meski upacara pembukaan berlangsung di Stadion Utama GBK, INAPGOC akan menggelar upacara penutupan di Stadion Madya Senayan.

“Karena kami tidak punya waktu yang mencukupi untuk transisi stadion dari perlombaan atletik ke upacara penutupan. Asian Games berlangsung dua minggu, sedangkan Asian Para Games hanya berlangsung sepekan untuk menggelar 18 cabang olahraga,” ujar Tarek tentang alasan pemindahan upacara penutupan Asian Para Games di Stadion Madya.

Baca juga: INAPGOC selesaikan sarana pendukung pada 25 September
Baca juga: Para sukarelawan bersemangat sukseskan Asian Para Games
Baca juga: Warga berharap harga tiket Asian Para Games terjangkau
Baca juga: Ribuan peserta ikuti Parade Momo APG 2018

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ribuan peserta ikuti Parade Momo APG 2018

Jakarta (Antara News) – Ribuan peserta mengikuti Parade Momo yang merupakan ajang promosi pelaksanaam Asian Para Games 2018 Jakarta, 6-13 Oktober di silang tenggara Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu.

Mereka terdiri dari atlet-atlet Indonesia dalam Asian Para Games, perkumpulan disabilitas Indonesia, taruna-taruni Akademi Kepolisian Republik Indonesia, pasukan pengibar bendera, perwakilan kementerian-kementerian, perwakilan administrasi DKI Jakarta, sponsor, serta siswa-siswi sekolah di DKI Jakarta.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari secara resmi melepas Parade Momo sekitar pukul 07.30 WIB.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan penyelenggaraan Asian Para Games 2018 bukan hanya momentum untuk meraih medali melainkan juga penghargaan kesetaraan terhadap atlet-atlet difabel.

“Penyelenggaraan Asian Para Games sekaligus mampu menjadi ajang persatuan nasional. Jika ada dinamika politik dan gesekan yang terjadi, mari kita kembali ke semangat Momo,” ujar Menpora.

Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari mengatakan Parade Momo selain bertujuan mempromosikan Asian Para Games juga turut menggelorakan semangat kepedulian dan kesetaraan terhadap penyandang disabilitas.

“Jumlah peserta yang mengikuti Parade Momo ini mencapai 10 ribu orang dari target kami empat ribu orang. Ini adalah bentuk dukungan besar terhadap Asian Para Games 2018,” kata pria yang akrab dipanggil Okto dalam sambutan jelang pelepasan parade.

“Kami tidak berkompetisi dengan Asian Games, tapi dengan penyelenggaraan Asian Para Games sebelumnya di Guangzhou, China dan Incheon, Korea Selatan. Kami harus mampu membuktikan penyelenggaraan yang lebih baik dibanding sebelumnya,” kata Okto.

Parade Momo dimulai dari silang tenggara Monas Jakarta menuju jalan Medan Merdeka Selatan dan berputar kembali ke silang tenggara Monas.

Selain keikutsertaan para peserta, Parade Momo juga dimeriahkan kehadiran balon Momo sebagai Maskot Asian Para Games 2018 dan panggung hiburan yang dimeriahkan sejumlah selebritas. ***4***

Baca juga: Kemenpora minta dukungan Pemda DKI promosikan APG
 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kalah lagi, Stefer Rahardian terjebak di tren buruk

Jakarta (ANTARA News) – Petarung bebas Indonesia, Stefer Rahardian, terjebak di tren hasil buruk lantaran kembali menelan kekalahan saat menghadapi wakil China, Peng Xue Weng, di kelas jerami dalam rangkaian laga One Championship di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (22/9) malam.

Hasil itu menjadi kekalahan beruntun kedua petarung asal Jakarta itu dalam kejuaraan tarung bebas, membuat catatannya kini menjadi 9-2, setelah sebelumnya menderita kekalahan perdana kala meladeni Rene “The Challenger” Cataalan di Filipina, Agustus lalu.

Sempat membidik Jakarta sebagai titik balik kebangkitan usai kalah di Filipina, gurat tidak puas terlihat jelas di wajah petarung berjuluk “The Lion” itu, ketika akhirnya dinyatakan kalah oleh juri di atas ring.

Sejak ronde pertama berlangsung, tanda-tanda kekalahan Stefer mulai terlihat. Pasalnya, petarung yang didukung Bali MMA itu cukup kesulitan mengajak lawan bergumul di area grappling yang selama ini menjadi ranah kepiawaiannya. Peng malah lihai mengajak bermain terbuka dengan mengandalkan pukulan dan tendangan.

Baca juga: Priscilla buktikan janji kalahkan petarung Filipina

Kondisi serupa berulang pada ronde kedua, bahkan Stefer sempat terjatuh karena menerima tendangan keras dari Peng. Saat petarung berusia 31 tahun itu berupaya memberikan tekanan balasan, lawan yang berusia lebih muda dengan cerdik tetap memaksakan pertarungan terbuka.

Stefer terus mencoba menekan saat laga memasuki ronde ketiga, ia bahkan cenderung berani, yang malah menjadi bumerang. Peng justru beberapa kali memperoleh kesempatan untuk mendaratkan pukulan ke wajah Stefer, yang membuat juri memutuskan kemenangan menjadi milik wakil China, menerbitkan raut kecewa di paras Stefer ketika pengumuman hasil laga disampaikan.

“Lawan memang cukup bagus. Selain itu pada pertarungan tadi saya juga mencoba hal baru. Bukan hanya grappling. Tapi hasilnya memang belum maksimal,” kata Stefer usai pertarungan.

Kekalahan dari Peng, kata Stefer akan dijadikan pelajaran berharga karena sebagai petarung profesional juga dituntut untuk berkembang terutama dalam hal teknik pertarungan. Pihaknya akan terus mencoba materi baru sesuai dengan program pelatih.

“Saya juga ada sedikit masalah pada kaki kiri. Sebenarnya ini bukan menjadi alasan. Yang jelas saya harus segera memperbaiki transisi,” kata petarung berusia 31 tahun itu.

Setelah pertarungan ini, kata Stefer pihaknya akan kembali berlatih keras serta melakukan penyembuhan cedera karena pertarungan berikutnya sudah menunggu.

Baca juga: Joshua Pacio juara dunia baru One Championship

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Tentang Merah Putih raksasa dan tabuhan drum di Malaysia

Kuala Lumpur (ANTARA News) – Bagi anda yang menyaksikan laga Piala U-16 AFC yang mempertemukan tim nasional sepak bola U-16 Indonesia melawan Iran di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (21/9), pasti menemukan pemandangan menarik di bangku penonton. 

Pertama, keberadaan bendera Merah Putih raksasa yang dibentangkan saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang. Kedua, tampak sepasang bass drum ditabuh yang bunyinya membuat yel-yel dukungan bagi Indonesia terasa semakin “hidup” dan bergairah.

Selidik punya selidik, ternyata inisiator dua penampakan mencolok di pertandingan Grup C Piala U-16 Asia 2018 tersebut adalah sekelompok kecil suporter tim nasional Indonesia yang datang dari Jakarta. Mereka menamakan diri “One Soul One Nation”.

Total ada tujuh orang anggota One Soul One Nation yang terbang ke Malaysia untuk memberikan dukungan langsung kepada anak-anak asuh Fakhri Husaini. Mereka datang membawa “senjata” yaitu dua buah bass drum dan bendera Merah Putih berukuran 45 meter x 12 meter.

“Semuanya perlengkapan ini kami angkut dari Jakarta,” ujar salah satu pendiri One Soul One Nation, Budi Semar kepada Antara di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (21/9).

Budi bercerita, untuk membentangkan bendera Merah Putih raksasa tersebut, dirinya dan rekan meminta bantuan dari suporter Indonesia yang duduk di sekitar mereka. 

Sementara saat menabuh bass drum, anggota One Soul One Nation yang menjadi penggebuk sekaligus dirigennya. Merekalah yang memberikan aba-aba dan mengatur tempo ketukan bass drum sehingga terdengar menggelegar. Tetabuhan itu bertujuan membangkitan semangat timnas Indonesia dan membuat ciut nyali lawan.

“Sebenarnya kami punya 25 bass drum, tetapi kami hanya membawa dua ke Malaysia,” kata Budi,

One Soul One Nation ini sendiri bisa dikatakan sebagai kelompok pencinta tim nasional Indonesia yang ‘militan’. 

Lihat saja, sejak dibentuk sejak tahun 2013, One Soul One Nation sudah pergi hampir ke seluruh lokasi di luar negeri di mana Indonesia bertanding. Dan, itu dilakukan dengan biaya sendiri.

“Kami sebenarnya kumpulan dari berbagai kelompok suporter klub yang sepakat bergabung untuk mendukung tim nasional. Berikutnya setelah Piala Asia ini, kami berencana ke Singapura untuk mendukung Indonesia di Piala AFF 2018,” tutur Budi.

Sayangnya, One Soul One Nation tidak akan lama berada di Malaysia. Rencananya, dukungan mereka kepada Indonesia hanya sampai pertandingan kedua di Grup C, Senin (24/9), di mana anak-anak asuh Fakhri Husaini akan berhadapan dengan Vietnam.

“Kami juga memikirkan pekerjaan. Ini saja datang tanpa izin dari atasan,” kata Budi yang disambut tawa rekan-rekannya.

Kehadiran anggota One Soul One Nation bersama ribuan warga Indonesia lainnya di Bukit Jalil terbukti berhasil menyuntikkan motivasi kepada para pemain timnas U-16 Indonesia yang pada akhirnya berhasil mengalahkan Iran 2-0.

Baca juga: Gol Bagus-Bagas bawa Indonesia taklukkan Iran 2-0

Ucapan terima kasih pun mengalir dari pelatih dan pemain tim berjuluk Garuda Asia. Pelatih timnas U-16 Indonesia Fakhri Husaini pun mengaku tenang jika timnya bertanding di Malaysia.

Hal itu tak lain karena banyaknya warga negara Indonesia yang berdomisili di Malaysia, baik untuk bekerja maupun belajar. 

“Mereka pasti datang untuk memberikan dukungan. Berapapun jumlah yang hadir di stadion, itu menjadi penambah semangat bagi pemain. Kehadiran mereka penting untuk kami,” ujar Fakhri. 

Bek timnas U-16 Indonesia Fadilah Nur Rahman juga tak bisa menutupi rasa gembiranya bisa bertanding di bawah dukungan ribuan suporter Indonesia meski mereka bertanding di Malaysia.

“Luar biasa, rasanya seperti bermain di Indonesia,” tutur Fadilah. ***4***

Baca juga: Bagus-Bagas tak tergoda pujian usai menangkan Indonesia

Pewarta:
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Yoshitaka Naito tak ingin kehilangan gelar di Jakarta

Jakarta (ANTARA News) – Petarung asal Jepang, Yoshitaka Naito, tidak ingin kehilangan gelar juara dunianya dan berjanji tampil gesit saat menghadapi wakil Filipina, Joshua Pacio, pada laga tarung bebas One Championship 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Sabtu (22/9).

“Saat ini saya dalam kondisi terbaik. Jadi saya sudah siap siapapun lawannya. Saya tidak ingin kehilangan lagi gelar ini,” kata Yoshitaka Naito di sela berlatih jelang pertarungan di Jakarta, Jumat.

Pemilik rekor profesional 13-1 ini memang cukup percaya diri untuk menghadapi penantang di kelas jerami (strawweight) itu karena persiapan yang dilakukan cukup panjang. Apalagi petarung yang berjuluk Nobita ini sangat akrab dengan publik Jakarta.

Jakarta memang cukup membawa hoki bagi petarung yang memiliki disiplin beladiri gulat itu. Gelar juara dunia yang disandang saat ini didapat setelah mengalahkan juara dunia sebelumnya yaitu Alex Silva di JCC Jakarta, Mei lalu dengan kemenangan angka mutlak.

“Setiap pertarungan kondisinya berbeda. Sebagai juara bertahan saya pasti akan mendapatkan tekanan. Tapi saya sudah mempersiapkan diri dengan baik. Joshua Pacio sangat bertalenta dan atlet yang hebat,” kata petarung dengan tinggi badan 162 cm itu.

Pertarungan dengan tajuk One : Qonquest of Heroes diprediksi bakal berlangsung dengan ketat mengingat sang penantang yaitu Joshua Pacio telah mempersiapkan diri dengan baik. Berbekal rekor 12-2, petarung yang berjuluk The Passion itu bertekad mengalahkan Nobita.

“Saya menunggu dua tahun untuk bisa bertarung di partai puncak ini. Ini adalah pertarungan terbesar dalam karir profesional saya. Saya akan beri kejutan pada dia (Yoshitaka Naito). Hanya kemenangan yang ada dipikiran saya,” kata Joshua Pacio.

Untuk menghadapi Nobita, Joshua Pacio mengaku sudah mempersiapkan diri dengan baik. Pihaknya mengaku sudah berkerja keras mengikuti perkembangan calon lawan yang memiliki disiplin gulat itu. Selain itu pihaknya mengaku sudah menyiapkan strategi khusus demi merebut sabuk juara dunia dari Yoshitaka Naito.

Pada pertarungan dengan tajuk One : Qonquest of Heroes ada 12 pertarungan yang digelar. Tuan rumah Indonesia mengirimkan delapan petarung yang diantaranya Stefer Rahardian yang akan menghadai wakil China, Peng Xue Wen dan Priscilla Lumban Gaol menghadapi wakil Filipina, Jomary Torres.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Stefer Rahardian-Peng janjikan pertarungan sengit di Jakarta

Jakarta, (ANTARA News) – Petarung andalan Indonesia, Stefer Rahardian yang akan menghadapi wakil China, Peng Xue Wen, berjanji akan memperagakan pertarungan sengit pada kejuaraan internasional One Championship 2018 di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Sabtu (22/9).

“Saya telah belajar dari kekalahan di Filipina lalu. Saat ini saya tidak merasa tertekan. Makanya saya akan sekuat tenaga untuk meraih kemenangan,” kata Stefer di sela latihan terbuka di Jakarta Muaythai, Jakarta, Kamis.

Stefer mengaku sudah siap untuk menghadapi Peng Xue Wen yang merupakan petarung yang memiliki disiplin bela diri gulat itu. Petarung asal Jakarta ini bahkan telah mempelajari cara bertarung wakil dari Negeri Tirai Bambu itu melalui video dan saat ini persiapan yang dilakukan dirasa sudah cukup.

“Terus bisa bertanding memang harapan saya. Saya tidak memikirkan siapa yang bakal menjadi lawan. Intinya saya siap bertanding kapan pun,” kata atlet tarung bebas yang memiliki rekor profesional sembilan kali menang dan satu kali kalah itu.

Pertarungan antara Stefer melawan Peng Xue Wen pada kelas jerami ini memang pantas ditunggu karena keduanya memiliki rekor yang cukup bagus. Bahkan kedua petarung sama-sama berkeyakinan mampu meraih kemenangan pada laga yang bertajuk One : Conquest of Heroes itu.

Peng yang merupakan juara gulat greco roman China, mengaku sudah tidak sabar untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan publik Jakarta. Pihaknya juga menilai pertarungan bakal berlangsung sengit karena Stefer merupakan petarung komplet.

“Dia (Stefer) seorang petarung yang menguasai gulat dan bela diri lain. Pergerakan dia juga sulit diprediksi. Makanya saya harus siap meski bertarung di Jakarta. Saya akan memberikan yang terbaik,” kata pemilik rekor gulat 56-4 itu.

Petarung yang sebelumnya menggeluti sepak bola itu mengaku tidak gentar dengan tekanan pendukung lawan yang selama ini memberikan dukungan penuh. Ia menegaskan bahwa dimana pun dia bertarung kondisinya sama tidak peduli dengan Jakarta yang merupakan rumah dari Stefer Rahardian.

“Ini pertarungan. Dimanapun kondisinya sama. Yang terpenting saya sudah siap,” kata Peng Xue Wen dengan tersenyum.

Laga Stefer Rahardian melawan Peng Xue Wen merupakan rangkaian pertarungan memperebutkan predikat juara dunia kelas jerami yang akan mempertemukan petarung Jepang, Yoshitaka Naito menghadapi wakil Filipina, Joshua Pacio. (B016).

Baca juga: Stefer Rahardian bertekad kembali ke jalur kemenangan One Championship

Baca juga: Stefer Rahardian, pemuda Matraman meretas jalan menuju juara dunia

Pewarta:
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kemkominfo Fasilitasi Peliput Asian Para Games 2018

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memberikan fasilitas bagi seluruh wartawan atau jurnalis peliput Asian Para Games 2018 dengan menyediakan Main Press Center (MPC).

“Selama berlangsungnya Asian Para Games 2018, kami memberikan fasilitas bagi para pewarta. Fasilitas itu kami sediakan secara terpusat di area MPC,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Sumiati dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, fasilitas berupa area MPC tersebut akan dibangun di lantai dasar GBK Arena yang berlokasi di kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Fasilitas itu merupakan dukungan penuh dari Kemenkominfo.

“Intinya, di area MPC itu kami memberikan news broadcasting service kepada seluruh pewarta, baik pewarta elektronik maupun pewarta teks. Sambungan internet akan kami jaga terus supaya tetap kuat dan cepat, sehingga memudahkan kerja pewarta,” ujar Sumiati.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan di MPC tersebut akan tersedia working station yang terdiri dari 50 unit Personal Computer (PC) beserta 100 set jaringan LAN dengan koneksi internet 1 Gbps. Kemudian, di area itu juga disediakan difable working area atau area kerja khusus difabel.

Selain itu, pihaknya menyediakan sejumlah fasilitas lain di MPC, yakni ruang konferensi pers, interview corner, utilities and locker counter, informasi mengenai jadwal dan skor pertandingan serta live feed bagi pewarta yang tidak sempat meliput langsung di arena pertandingan.

“Kami juga menyediakan layanan hospitality berupa dining hall atau area makan, kursi pijat dan juga massage service atau layanan pijat. Seluruh fasilitas dan layanan tersebut akan resmi beroperasi mulai 4 Oktober 2018,” ungkap Sumiati.

Asian Para Games akan diselenggarakan mulai 6 hingga 13 Oktober 2018 dan diikuti oleh 41 negara peserta National Para Olympic dengan total 2.800 atlet, 1.800 ofisial serta 500 media, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Terdapat sebanyak 18 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam ajang tersebut, antara lain bola basket, bola voli, anggar, tenis meja, renang, menembak, judo, bersepeda, catur, angkat beban, bowling, bola gawang, bulu tangkis, lari, panahan, boccia, bola tangan dan tenis.

 Baca juga: Kemensos siapkan 10 mobil akses disabilitas APG

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Arminsyah bawa obor Asian Para Games 2018

Jakarta (ANTARA News) – Wakil Jaksa Agung  RI Arminsyah turut membawa obor Asian Para Games 2018 di Pontianak, Kalimantan Barat bersama Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, Oesman Sapta Odang.
     
Melalui siaran pers yang diterima Antara, Rabu malam, Arminsyah yang juga Ketua Kontingen Asian Para Games 2018 dan Wahdina, peraih medali emas pada Asean Para Games 2005, membawa obor setelah sebelumnya dibawa oleh Ketua DPD RI.
     
Selanjutnya, obor dibawa menuju check point dan menaiki kendaraan pawai untuk diarak keliling kota sejauh 3,7 kilometer. Setelah itu, pawai obor dilanjutkan dengan berjalan sejauh 1,2 kilometer. 
     
“Kita berharap pelaksanaan Asian Para Games 2018 ini dapat berjalan dengan lancar, sukses dan memberikan kepercayaan kepada dunia bahwa Indonesia mampu dan peduli terhadap kegiatan ini,” kata Arminsyah.
     
Khususnya untuk para atlet, saya selaku CdM mohon doa seluruh rakyat Indonesia khususnya dari Kalimantan Barat ini agar para atlet berprestasi dan meraih medali sebanyak-banyaknya dan berbahagia, katanya.
     
Kota Pontianak merupakan kota kelima yang dilalui obor Asian Para Games 2018  setelah Solo, Ternate, Makassar dan Denpasar.
     
Setelah tiba dari Denpasar, api obor kemudian diinapkan di rumah jabatan Gubernur Kalimantan Barat pada Selasa (18/9) malam. 
     
Pada Kamis (19/9) sekitar pukul 09.00 WIB bertempat di depan teras rumah jabatan Gubernur Kalimantan Barat, api obor kemudian diserahkan kepada Ketua Umum INAPGOC Raja Sapta Oktohari.
     
Untuk selanjutnya diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dengan diiringi kesenian khas Kalimantan Barat.
     
Kemudian obor diestafetkan kepada tiga pembawa obor sebelum diarak keliling Pontianak.

Baca juga: INAPGOC ajak masyarakat nonton langsung pertandingan Asian Para Games 2018
Baca juga: Jaktim kerahkan 3.000 orang meriahkan parade APG
Baca juga: INAPGOC : Acara Pembukaan di Stadion GBK, Penutupan di Stadion Madya

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

INAPGOC ajak masyarakat nonton langsung pertandingan Asian Para Games 2018

Jakarta (ANTARA News) – Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) mengajak masyarakat untuk menyaksikan secara langsung berbagai pertandingan dalam ajang Asian Para Games 2018 di lokasi-lokasi yang telah ditentukan.

“Selama Asian Para Games, kami ingin seluruh masyarakat datang dan nonton langsung pertandingan cabang-cabang olahraga di venue (arena pertandingan),” kata Wakil Direktur Media dan PR INAPGOC Tina Talisa di Jakarta, Rabu. 

Menurut dia, kehadiran masyarakat langsung di arena pertandingan merupakan suatu bentuk dukungan moral terhadap atlet-atlet disabilitas yang sedang bertanding. 

“Dengan kehadiran masyarakat, pasti akan semakin meningkatkan semangat para atlet untuk meraih prestasi terbaik sekaligus mengharumkan nama Indonesia,” ujar Tina. 

Selain kepada atlet, dia mengungkapkan kehadiran masyarakat di arena pertandingan juga dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap para penyandang disabilitas. 

“Apabila masyarakat hadir di tengah-tengah pesta olahraga tersebut, maka para penyandang disabilitas tidak akan merasa dipandang sebelah mata,” ungkap Tina. 

Asian Para Games akan diselenggarakan mulai 6 hingga 13 Oktober 2018 dan diikuti oleh 41 negara peserta National Para Olympic dengan total 2.800 atlet, 1.800 ofisial serta 500 media, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Terdapat sebanyak 18 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam ajang tersebut, antara lain bola basket, bola voli, anggar, tenis meja, renang, menembak, judo, bersepeda, catur, angkat beban, bowling, bola gawang, bulu tangkis, lari, panahan, boccia, bola tangan dan tenis. 

Baca juga: Bus Transjakarta gratis selama Asian Para Games
Baca juga: INAPGOC : Acara Pembukaan di Stadion GBK, Penutupan di Stadion Madya
Baca juga: Persiapan Asian Para Games capai 95 persen

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Rizki Dan Della Melaju Ke Babak Kedua

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Rizki Amelia Pradipta (kanan) dan Della Destiara Haris (kiri) mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis Malaysia Chow Mei Kuan dan Lee Meng pada turnamen China Open 2018 di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Cina, Selasa (18/9/2018) Rizki dan Della melaju ke babak kedua usai menang dengan skor 21-16 dan 21-17. ANTARA FOTO/HO/Humas PBSI/ama

Asian Para Games diharapkan buat Indonesia ramah terhadap penyandang disabilitas

Jakarta (ANTARA News) – Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) berharap melalui penyelenggaraan Asian Para Games 2018, Indonesia akan menjadi negara yang ramah terhadap para penyandang disabilitas.

“Goal atau cita-cita dari penyelenggaraan Asian Para Games 2018 adalah Indonesia menjadi negara yang ramah disabilitas. Goal itu harus bisa kita capai,” kata Wakil Direktur Media dan PR INAPGOC Tina Talisa di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, untuk mencapai cita-cita tersebut, pihaknya pun akan bekerja sama dengan seluruh pihak, baik pemerintah, swasta dan yang terpenting adalah masyarakat, sehingga Asian Para Games 2018 dapat terselenggara dengan baik.

“Tentu saja kami akan sangat senang apabila kami dapat bekerja sama dengan semua pihak untuk menyukseskan Asian Para Games 2018 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia,” ujar Tina.

Baca juga: INAPGOC: harga tiket pembukaan mulai Rp500.000 hingga Rp2,5 Juta

Lebih lanjut, dia pun berharap dukungan yang datang dari berbagai pihak nantinya mampu menghasilkan prestasi maksimal dari para atlet paralimpik Indonesia yang akan bertanding dalam pesta olahraga atlet disabilitas tersebut.

“Kami berharap prestasi atlet-atlet paralimpik Indonesia akan menjadi inspirasi bagi kita semua dalam meraih prestasi di kancah internasional, sekaligus kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang ramah terhadap disabilitas,” ungkap Tina.

Asian Para Games akan diselenggarakan mulai 6 hingga 13 Oktober 2018 dan diikuti oleh 41 negara peserta National Para Olympic dengan total 2.800 atlet, 1.800 ofisial serta 500 media, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Terdapat sebanyak 18 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam ajang tersebut, antara lain bola basket, bola voli, anggar, tenis meja, renang, menembak, judo, bersepeda, catur, angkat beban, bowling, bola gawang, bulu tangkis, lari, panahan, boccia, bola tangan dan tenis. 

Baca juga: Citi Indonesia dukung penyelenggaraan Asian Para Games 2018

Baca juga: INAPGOC libatkan 400 relawan difabel dalam APG

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018