Angin kencang rusak kompleks Jakabaring, kerugian ditaksir tembus Rp20 miliar

Palembang (ANTARA News) – Angin kencang yang merusak kompleks olahraga Jakabaring Sport City, Palembang, pada Sabtu (27/10) ditaksir menimbulkan kerugian hingga menembus Rp20 miliar.

Nilai kerugian tersebut hasil perhitungan sementara terhadap kerusakan yang meliputi 18 arena pertandingan di Jakabaring, demikian menurut Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru seusai memantau kondisi di lapangan, Minggu.

“Saya sudah pantau langsung, ada yang berat, sedang dan ringan. Hampir Rp20 miliar, tapi ada yang masih tanggungan asuransi,” kata dia.

Ia mengatakan kerusakan terparah terjadi pada Stadion Akuatik karena atapnya terlepas. Atap yang terbuat dari membran itu diperkirakan bernilai Rp3,6 miliar.

Arena lain yang juga cukup parah adalah Stadion Atletik karena dua unit menara lampu rubuh dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp6 miliar.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumsel akan melaporkan estimasi kerusakan tersebut ke kementerian terkait, terutama untuk arena dayung yang saat ini masih dalam kategori tanggung jawab pemerintah pusat.

“Venue dayung ini rencananya mau diserahkan besok (Senin, 29/10), namun ada kejadian kemarin. Jadi tidak menjadi tanggung jawab kita,” kata dia.

Sedangkan sisanya sbobet indonesia, sebagian besar arena di JSC menjadi tanggung jawab Pemprov Sumsel sehingga kemungkinan proses perbaikan menggunakan dana APBD.

“Akan tetapi, sedapat mungkin dana APBD kita jangan terpakai. Kami akan memanggil lagi perusahaan-perusahaan yang memberikan CSR-nya. Jika pun terpakai, kecil saja,” kata dia.

Namun, untuk kasus khusus, seperti Arena Boling yang memiliki peralatan mekanis sensitif, Deru memberikan instruksi khusus ke pengelola untuk segera ditanggulangi dengan dana taktis.

“Untuk yang riskan mekanikal seperti boling, atasi dulu takut air masuk,” ujar dia.

Ia menambahkan setelah kejadian ini, Pemprov Sumsel berencana mengasuransikan semua arena. Selain itu menargetkan untuk menuntaskan perbaikan sebelum akhir tahun karena pada 2019 sudah diagendakan menjadi tuan rumah kegiatan internasional.

Sejumlah arena di Kompleks Olahraga Jakabaring Sport City, Palembang mengalami kerusakan parah akibat dihamtam hujan disertai angin kencang, yang melanda pada Sabtu siang selama sekira 30 menit mulai pukul 14.00 WIB. BMKG merilis kejadian ini disebabkan oleh terbentuknya awan cumulonimbus atau awan hitam pekat karena pengaruh karakteristik permukaan topografi wilayah Jakabaring yang relatif rata dan sebagian besar merupakan lahan gambut.