Kalah lagi, Stefer Rahardian terjebak di tren buruk

Jakarta (ANTARA News) – Petarung bebas Indonesia, Stefer Rahardian, terjebak di tren hasil buruk lantaran kembali menelan kekalahan saat menghadapi wakil China, Peng Xue Weng, di kelas jerami dalam rangkaian laga One Championship di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (22/9) malam.

Hasil itu menjadi kekalahan beruntun kedua petarung asal Jakarta itu dalam kejuaraan tarung bebas, membuat catatannya kini menjadi 9-2, setelah sebelumnya menderita kekalahan perdana kala meladeni Rene “The Challenger” Cataalan di Filipina, Agustus lalu.

Sempat membidik Jakarta sebagai titik balik kebangkitan usai kalah di Filipina, gurat tidak puas terlihat jelas di wajah petarung berjuluk “The Lion” itu, ketika akhirnya dinyatakan kalah oleh juri di atas ring.

Sejak ronde pertama berlangsung, tanda-tanda kekalahan Stefer mulai terlihat. Pasalnya, petarung yang didukung Bali MMA itu cukup kesulitan mengajak lawan bergumul di area grappling yang selama ini menjadi ranah kepiawaiannya. Peng malah lihai mengajak bermain terbuka dengan mengandalkan pukulan dan tendangan.

Baca juga: Priscilla buktikan janji kalahkan petarung Filipina

Kondisi serupa berulang pada ronde kedua, bahkan Stefer sempat terjatuh karena menerima tendangan keras dari Peng. Saat petarung berusia 31 tahun itu berupaya memberikan tekanan balasan, lawan yang berusia lebih muda dengan cerdik tetap memaksakan pertarungan terbuka.

Stefer terus mencoba menekan saat laga memasuki ronde ketiga, ia bahkan cenderung berani, yang malah menjadi bumerang. Peng justru beberapa kali memperoleh kesempatan untuk mendaratkan pukulan ke wajah Stefer, yang membuat juri memutuskan kemenangan menjadi milik wakil China, menerbitkan raut kecewa di paras Stefer ketika pengumuman hasil laga disampaikan.

“Lawan memang cukup bagus. Selain itu pada pertarungan tadi saya juga mencoba hal baru. Bukan hanya grappling. Tapi hasilnya memang belum maksimal,” kata Stefer usai pertarungan.

Kekalahan dari Peng, kata Stefer akan dijadikan pelajaran berharga karena sebagai petarung profesional juga dituntut untuk berkembang terutama dalam hal teknik pertarungan. Pihaknya akan terus mencoba materi baru sesuai dengan program pelatih.

“Saya juga ada sedikit masalah pada kaki kiri. Sebenarnya ini bukan menjadi alasan. Yang jelas saya harus segera memperbaiki transisi,” kata petarung berusia 31 tahun itu.

Setelah pertarungan ini, kata Stefer pihaknya akan kembali berlatih keras serta melakukan penyembuhan cedera karena pertarungan berikutnya sudah menunggu.

Baca juga: Joshua Pacio juara dunia baru One Championship

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018